mohon pencerahan kalo ada kesalahan.

Disadari atau tidak, ternyata komponen reaktif (baik itu induktif maupun kapasitif) akan membuat arus dan tegangan tidak sefase lagi (dalam hal ini akan terjadi pergeseran sudut phi). Komponen induktif akan menyebabkan kondisi arus lagging (tertinggal) sedangkan komponen kapasitif akan menyebabkan arus leading (mendahului).

Besarnya daya reaktif dihitung berdasarkan seberapa besar sudut phi yang ditimbulkan antara tegangan dan arus akibat adanya komponen reaktif tersebut.
VAR = V . I . sin (phi)

lalu, kenapa harus daya reaktif yang diperlukan untuk fluks komponen induktif?
begini kurang lebih.

daya reaktif (var) = V . I . sin (phi), daya ini tidak dikonsumsi oleh beban
daya aktif (watt) = V . I . cos (phi), disebut juga sebagai daya yang terpakai sebagai energi pada beban
daya semu (va) = V . I

arus yang ditimbulkan oleh komponen rekatif (induktor dan kapasitor) hanyalah arus yang dialirkan dari sumber daya (generator) menuju ke beban (hanya lewat) dan akan dikembalikan lagi ke generator, tanpa dikonsumsi.

untuk komponen induktif (lagging = arus tertinggal),
arus dan tegangan yang awalnya sefase jika melewati beban induktif, bayangkan gelombang sinus dari sudut 0 menuju positif, maka tegangan dari generator akan digunakan untuk melawan tegangan induksi pada beban induktif yang besarnya bergantung pada nilai induktansinya. setelah tegangan dari generator menjadi sedikit lebih besar, maka kemudian arus dapat mengalir melalui beban induktif tersebut. Demikian pula ketika tegangan mulai bergerak menuju negatif. Gelombang tegangan akan melawan tegangan induksi terlebih dahulu yang besarnya bergantung pada nilai induktansinya, setelah tegangan dari generator menjadi lebih negatif, baru kemudian arus dapat mengalir. Ini berarti komponen induktif akan menyebabkan arus tertinggal.
daya reaktifnya sebanding dengan arus yang dibutuhkan untuk menghasilkan fluks magnet pada beban induktif.